Temukan Kantong Plastik di Pasar Tebet Timur, Wawalkot Jaksel Ingatkan Denda
Temukan Kantong Plastik di Pasar Tebet Timur, Wawalkot Jaksel Ingatkan Denda
-
Wakil Wali Kota DKI Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengaku masih menemukan penggunaan kantong plastik di Pasar Tebet Timur, DKI Jakarta Selatan. Isnawa mengingatkan agar kepala pasar hingga pihak kelurahan Tebet Timur Berlebihan gencar sosialisasi soal aturan larangan penggunaan kantong plastik.
"Tadi Kepala Negara Pasar (Tebet Timur) dengan kita. Tadi kita memamerkan pertama protokol kesehatan COVID-19 di pasar. Kemudian berkaitan Berhubungan dengan kantong belanja ramah lingkungan tadi saya ingatkan kepala daerah pasar, lurah, RT/RW tolong sosialiasinya lebih masif lagi," kata Isnawa di Pasar Tebet Timur DKI Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2020).
Ia menyebut bakal ada sanksi denda kepada pengelola pasar jika masih ditemukan penggunaan kantong plastik. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 142 Tahun 2019 mengenai Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.
"Di pergubnya telah ada punishment and rewardnya, sudah ada aturannya dan ketentuannya dikenakan denda bagi pengelola pasar yang apabila mereka masih membiarkan pedagang membawa atau menyebarkan kantong plastik. Tapi Bertentangan dengan harapan kita ini harus gencar tidak hanya PD Pasar tapi RT/RW dan segala stakeholder yang di masyarakat memberikan contoh bawa kantong belanja ramah lingkungan," ujaranya.
Ia juga meminta ada konsistensi dari segala elemen masyarakat untuk melaksanakan Pergub tersebut. Sehingga ke Menuju masa depan tidak ada lagi penggunaan kantong plastik di Jakarta.
"Semua harus mendukung, tidak mengurangi hanya kalangan pasar, tidak hanya PD Pasar tapi segala jajaran pemerintahnya harus kuat sosialisasinya di RT/RW harus masif. Ada konsistensi dari pedagang saat ada yang belanja diingatkan tidak mengurangi lagi berikan kantong plastik jadi memberikan efek jera lain kali harus bawa kantong belanja," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Isnawa mengaku masih menemukan penggunaan kantong plastik saat meninjau ke Pasar Tebet Timur, Minggu (26/7) pagi. Padahal, penggunaan kantong plastik Pembayaran sekaligus pakai sudah dilarang di DKI Jakarta sejak 1 Juli 2020.
"Soal penggunaan kantong belanja ramah lingkungan harus terus disosialisasikan. Di sini masih kita temukan ada warga yang karena DiteDitelan bulat-bulat bawa kantong belanja masih pakai kantong kresek (kantong plastik) dikasih sama pedagang," kata Isnawa.
Ia menyampaikan seharusnya para pedagang itu tidak memberikan kantong plastik kepada para pembeli yang tidak mengurangi membawa kantong belanja. Hal itu dimaksudkan bagi memberikan efek jera agar pembeli membawa kantong belanja ramah lingkungan.
"Saya minta harusnya si pedagang ini telah ngak kasih lagi kantong kresek jadi mohon maaf memberikan efek jera ya kalau belanja harus kantong belanja ramah lingkungan. Memang ada sedikit pengecualian bagi mereka yang beli ikan, Hewan pemakan daging karena bagaimana pun itu masih menggunakan plastik tapi seyogyanya warga telah harus pakai kantong belanja ramah lingkungan," ujarnya.
Pantauan detikcom, memang masih ada beberapa pembeli di Pasar Tebet Timur menggunakan kantong plastik. Tak tidak kadang, memang para pembeli itu mendapatkan kantong plastik dari para pedagang.
(ibh/idn)Everydayinfo
Everydayinfo EN
Everydayinfo GB
Everydayinfo AU
Everydayinfo CA
Everydayinfo CN
Everydayinfo CZ
Everydayinfo DE
Everydayinfo IT
Everydayinfo IR
Everydayinfo LA
Everydayinfo LV
Everydayinfo MY
Everydayinfo NL
Everydayinfo NZ
Everydayinfo PL
Everydayinfo RU
Everydayinfo SG
Everydayinfo ZA
Everydayinfo AE
Everydayinfo UZ
Everydayinfo VN
Comments
Post a Comment