Bisnis Ikan Hias di Banjarmasin Ikut Terdampak Covid-19, Omset Turun 50 Persen - Banjarmasin Post
Bisnis Ikan Hias di Banjarmasin Ikut Terdampak Corona, Omset Turun 50 Persen
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dedy bersama temannya mencari lampu dan rumput buat hiasan di dalam aqurium ikan miliknya.
"Kami mencari rumput asli bukan sintetis bagi ditanam gunung-gunung yang ada di aqurium. Cuma, belum ketemu rumputnya disini," kata warga Handil Bhakti, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) , Rabu (22/7/2020).
Lampu hias aqurium ini, kata Dedy, harganya satu buah Rp 45.000 yang di tempel di dinding atas.
Selain Dedy, juga Gegen yang mencari pompa air aquarium. "Ini buat sirkulasi udara buat anak ikan louhan yang baru saya beli," ucapnya.
• Akibat Pembatasan Kiriman Jalur Udara, Stok Ikan Hias Kritis, Begini Keluhan Pedagangnya
• Ikan Koi Bawa Hoki bagi Pria Asal Barabai, Modal Awal Rp 500 Ribu Kini Raup Puluhan Juta
• Pemilik Pondok Ikan Koi di HST, Tak Hanya Menjual tapi Buka Jasa Pengobatan
• Hotel, Instansi, Bandara, dan Terminal Wajib Pajang Akuarium Ikan Hias
• Ekspor Ikan Hias Kalah Dengan Singapura
Menurut Gegen, dirinya memelihara ikan louhan hanya buat hobi dan sambil mengisi waktu luang saja.
Menurut Fauzan, karyawan Toko Aquarium Rahmat di Jalan Veteran, Banjarmasin, semasa pandemi ini mengalami penurunan omset sekitar 50 persen.
"Sama Berhubungan dengan usaha lainnya, bisnis jualan ikan hias dan peralatannya juga kena dampaknya," paparnya.
Di Toko Aqurium Rahmat ada menjual aneka tanaman hias dari plastik berkisar JumAwang-awang Rp 10.000 sampai 27.500,
Aquaium ada Rp 200.000, Rp 290.0000, Rp 170.000, Rp 550.0000, Rp 230.000.
"Harga aqurium tergantung ukuran kecil dan Otak besar serta modelnya," jelaa Fauzan.
(Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)
Comments
Post a Comment