Gupi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gupi, ikan seribu, ikan cere, atau suwadakar (Poecilia reticulata), adalah mapersoalan satu spesiesikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Karena mudahnya menyesuaikan diri dan beranak-pinak, di banyak tempat di Indonesia ikan ini sudah menjadi ikan liar yang memenuhi parit-parit dan selokan. Dalam perdagangan ikan hias dikenal sebagai guppy atau juga millionfish[1], di berbagai daerlokal tampaknya gepi (Btw.), bungkreung (Sd.), cethul atau cithul (Jw.), klataw (Bjn.), dan lain-lain.
Gupi yaitu anggota sukuPoecilidae yang berukuran kecil. Jantan dan betina dewasa gampang dibedakan baik dari ukuran dan bentuk tubuhnya, maupun dari warnanya (dimorfisme seksual). Panjang total Dehidrasi ikan betina antara 4–6 cm, sedangkan jantannya Hiperbola kecil, sekitar 2½–3membentuk pola seperti jala (reticulata = Herbi pola jaring atau jala), dan perut gendut berwarna putih.
Gupi liar dari
Ciliwung. Jantan diapit oleh dua betina
Gupi liar. Jantan Barbar di sebelah kiri
Gupi adalah ikan yang sangat gampang berkembang biak[2]. Masa kehamilan ikan ini berkisar JumAwang-awang 21–30 hari (rata-rata 28 hari) bergantung pada suhu airnya. Suhu air yang paling cocok buat berbiak adalah sekitar 27 °C (72 °F).
Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, gubernur berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya. Menjelang saat-saat kelahirannya, bintik-bintik mata anak-anak ikan menmemperoleh terlihat dari kulit perut induknya yang tipis dan menerawang. Seekor induk gupi menmemperoleh melahirkan burayak (anak ikan) antara 2–100 ekor pada setiap kelahiran, tapi kebanyakan antara 5–30 ekor saja. Beberapa jam setelah persalinan, induk gupi sudah siap untuk dibuahi lagi.
Begitu keluar dari perut induknya, anak-anak gupi sudah mampu hidup sendiri. Berenang, mencari makanan, dan menghindari musuh-musuhnya. Anak-anak gupi ini umumnya akan selalu bergabung dengan kelompoknya, dan dengan ikan-ikan lain yang Hiperbola besar. Namun gupi yang telah dewasa menambah akan segan-segan memangsa burayak yang berukuran jauh Hiperbola kecil; sehingga apabila dipelihara di akuarium, anak-anak ikan ini perlu dipisahkan dari ikan-ikan dewasa. Burayak-burayak ini, apabila selamat, akan mencapai kedewasaan pada umur satu atau dua bulan saja. Itulah sebabnya ikan ini Herbi segera dapat melipat-gandakan jumlah anggota kelompoknya, sehingga dinamai juga ikan seribu.
Sirip dubur pada ikan jantan mengalami perubahan menjadi gonopodium, yang berfungsi bagi mengeluarkan sperma yang akan masuk pada Kehilangan cairan tubuh ikan betina[3]. Gupi betina memiliki kemampuan bagi untuk menyimpan sperma, sehingga dapat hamil berulang kali Berhubungan dengan hanya satu kali kawin.
Faktor kunci keberhasilan yang lainnya adalah kemampuannya bagi menyesuaikan hidup dengan pelbagai kondisi perairan, Berhubungan dengan variasi makanan yang beragam. Analisis terhadap isi perut gupi yang Pandangan hidup di Danau Buyan, Bali, menunjukkan bahwa ikan ini terutama memakan zooplankton yang melimpah di sana. Sementara gupi yang Pandangan hidup di Danau Bratan dan Batur kebanyakan mengandalkan bahan-bahan organik yang Tidak beradab di dasar danau[4].
Gupi bahkan menmemperoleh hidup pada perairan dengan salinitas tinggi (air asin), hingga 150% salinitas normal air laut[5]
Burayak gupi berumur seminggu di akuarium
Suwadakar adalah ikan asli Amerika Tengah dan Selatan, menyebar di Kep. Barbados, Trinidad dan Tobago, Guyana, Antillen Belanda, Kep. Virgin, Brazilia, dan Venezuela[6]. Melalui jalur perdagangan dan lain-lain, ikan ini telah dibawa ke berbagai tempat di segala benua di dunia kecuali Antartika, dan kemudian meliar di perairan-perairan bebas.
Gupi dimasukkan ke Indonesia sebagai ikan akuarium pada sekitar tahun 1920an, tetapi kemudian terlepas atau dilepaskan ke perairan bebas. Agaknya ikan ini semula diharapkan menmemperoleh membasmi larvanyamuk di alam untuk mengendalikan penyakit malaria, akan tetapi tidak mengurangi berhasil. Ikan gupi di akuarium dapat mencapai panjang 60 mm, tetapi di alam kebanyakan hanya tumbuh-tumbuhan hingga sekitar 35 mm saja; dan ukuran ini terlalu kecil bagi memangsa jentik-jentik nyamuk[3].
Karena keperidiannya, gupi lekas membiak dan merambah aneka perairan bebas. Pada tahun 1929 tercatat bahwa ikan ini menmemperoleh ditemukan di hampir semua kolam dan Perbedaan di Jawa Barat[3]. Sekarang ikan ini telah meluas ke pelbagai tempat di Nusantara, dan mungkin telah menjadi ikan yang paling melimpah di Jawa dan Bali[7].
Warna-warni enam varietas gupi
Ikan kecil ini semula ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy di Trinidad pada 1866. Albert C. L. G. Gunther belakangan pada tahun itu juga, menamai ikan ini Berhubungan dengan sebutan Girardinus guppii untuk menghormati sang penemu. Namun ternyata ikan ini telah dideskripsi terlebih dulu Berhubungan dengan nama sah Poecilia reticulata oleh Wilhelm Peters pada 1859, sehingga nama Girardinus guppii hanya mendapatkan status sebagai sepadan (junior synonym). Meski demikian, nama umum gupi (guppy) bagi ikan ini telah terlanjur tenar dan digunakan di mana-mana[8].
Ikan seribu berkerabat dekat Berhubungan dengan ikan moli (Poecilia latipinna), ikan moli Kayu hitam (Poecilia sphenops), ikan ekor-pedang (Xiphophorus helleri), serta ikan platis (Xiphophorus maculatus).
Gupi menmemperoleh berkawin silang dengan beberapa jenis moli sepertinya P. latipinna dan P. velifera, yakni gupi jantan Berhubungan dengan moli betina. Namun anak hasil persilangan ini terus berkelamin jantan dan cenderung mandul[9]. Sementara persilangan Berhubungan dengan Poecilia wingei dapat menghasilkan anak yang subur.
- ^ Eli Agbayani. "Common Names of Poecilia reticulata". Diakses tanggal 2007-04-24.
- ^ Guppy. Encyclopaedia Britannica. 2007. Encyclopaedia Britannica Online. Retrieved on 2007-05-07.
- ^ a b c Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta. hal 126-127.
- ^ Green, J., S.A. Corbett, E. Watts, and B.L. Oey. 1978. Ecological studies on Indonesian lakes: The montane lakes of Bali. J. Zool.186:15-38
- ^ Chervinski, J. (1984) Salinity tolerance of the guppy, Poecilia reticulata Peters. Journal of Fish Biology24: 449-452.
- ^ Eli Agbayani. "Countries where Poecilia reticulata is found". Diakses tanggal 2007-04-24.
- ^ Whitten, T., R.E. Soeriaatmadja dan S.A. Afiff. 1999. Ekologi Jawa dan Bali. Prenhallindo – Jakarta. Hal. 439
- ^ Eli Agbayani. "Synonyms of Poecilia reticulata". Diakses tanggal 2007-04-24.
- ^ Ghadially, F. N. (1956-12-29). "A Localized Melanoma in a Hybrid Fish Lebistes x Mollienesia"(pdf). Cancer Research: 597–599. Diakses tanggal 2008-05-05.
Comments
Post a Comment